Beranda » Tips Mendaki gunung » Tips Mencegah Hipotermia Saat Mendaki Gunung
Tips Mencegah Hipotermia Saat Mendaki Gunung

Siapa bilang mendaki gunung adalah kegiatan yang mudah? Faktanya, banyak pendaki, baik pendaki pemula atau ahli, sering mengalami hipotermia saat mencapai puncak gunung. Hipotermia sendiri merupakan kondisi tubuh dimana sistem termoregulasi tubuh sulit untuk mengatasi tekanan suhu dingin. Jika Anda tidak mampu membelinya, bahaya kematian tampaknya tepat di depan Anda.

Ya, hipotermia adalah ancaman bagi pendaki. Hipotermia dapat dengan mudah menyerang pendaki jika mereka tidak membawa perlengkapan lengkap, makan makanan rendah kalori atau hal lainnya. Oleh karena itu, mereka yang baru pertama kali mendaki perlu persiapan yang optimal. Nah, bagi yang berencana mendaki gunung dalam waktu dekat, berikut beberapa tips khusus untuk mencegah hipotermia. tidak ada? Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari hipotermia saat mendaki gunung.

1. Hindari mendaki di malam hari

Kegiatan pendakian biasanya dilakukan pada tengah malam. Hal ini dikarenakan sebagian besar pendaki ingin mencapai puncak pada waktu subuh, sehingga mereka berkesempatan untuk melihat matahari terbit dari puncak. Sayangnya, bagaimanapun, suhu di pegunungan pada malam hari sangat rendah, yang dapat menyebabkan seseorang mengalami hipotermia.

Pada umumnya suhu malam hari di pegunungan dengan ketinggian tertentu bisa turun tajam. Karena itu, Anda harus menahan diri untuk tidak mendaki di malam hari kecuali jika Anda siap dengan udara malam gunung. Sebaliknya, mendakilah di siang hari saat matahari masih bersinar.

Suhu di pegunungan pada siang hari juga dianggap lebih hangat dan nyaman. Ini bisa membuat frustrasi, tetapi itu masih lebih baik daripada pilek. Jika Anda mendaki pada siang hari, pandangan Anda akan jelas dan Anda akan dapat dengan mudah melihat tonggak-tonggak menuju puncak, sehingga Anda tidak akan tersesat.

2. Penggunaan peralatan yang lengkap

Mencegah hipotermia dalam asam membutuhkan penggunaan peralatan yang lengkap. Kebanyakan pendaki yang mengalami hipotermia sering kali disebabkan oleh kurangnya peralatan yang mereka bawa atau gunakan. Bahkan, dalam beberapa kasus pendaki hipotermia diketahui hanya mengenakan jaket tipis sehingga rentan terkena hipotermia.

Jadi, siapkan perlengkapan super lengkap Anda, mulai dari jaket gunung yang tahan air, tahan angin, dan tahan dingin, hingga penutup kepala, sarung tangan, kaos kaki tebal, sepatu hangat, dan celana panjang. Kemudian, bawalah baju ganti jika hujan, kantung tidur untuk melindungi pendaki dari dinginnya udara pegunungan, dan kasur untuk melindungi pendaki dari dinginnya udara pegunungan.

Juga, jangan lupa tenda untuk melindungi pendaki Anda dari angin, peralatan masak dan bahan-bahan untuk menyehatkan tubuh Anda saat Anda mendaki gunung, dan kotak P3K ketika Anda mulai merasa tidak enak badan. .

Baca Juga: 10 Perlengkapan Hiking Penting yang Harus Dibawa Pejalan Kaki Pemula

3. Hindari kontak langsung dengan air.

Semakin tinggi Anda pergi, semakin rentan Anda terhadap hujan. Hujan mungkin terjadi, tetapi minimalkan kontak langsung dengan air. Misalnya menggunakan jas hujan yang tebal. Air yang menempel pada tubuh menyerap panas tubuh, sehingga penting untuk tidak memercikkan air secara berlebihan.

Sekalipun Anda sudah basah, segera ganti pakaian basah Anda menjadi baju ganti agar Anda tetap hangat. Ini karena tubuh akan kesulitan mengatur suhu yang tepat jika dibiarkan begitu saja. Ancaman hipotermia bisa datang kapan saja.

BACA JUGA: 7 Tips Aman Mendaki Saat Musim Hujan

4. Jangan memakai pakaian berbahan jeans

Pakaian berbahan jeans justru membuat gaya seseorang terlihat lebih keren dan fashionable. Tapi itu bukan satu-satunya alasan. Kemudian Anda mendaki gunung dengan celana atau jaket jeans Anda. Bahan jeans hanya akan merepotkan para pendaki. Bahan jeans yang berat dan mudah menyerap air, sehingga sulit untuk dikeringkan.

Tak perlu dikatakan bahwa celana atau jaket jeans Anda akan basah jika hujan atau air memercik ke seberang sungai. Alih-alih berusaha terlihat hebat, justru di tengah gunung bisa terasa dingin. Kenakan pakaian hiking, seperti jaket gunung tahan air dan celana kargo hangat.

Baca lebih lanjut: Apakah Anda pertama kali mendaki gunung? 7 aturan yang harus diikuti pemula

5. Selalu isi perut Anda.

Salah satu penyebab pendaki hipotermia adalah asupan makanan yang kurang kalori. Tubuh yang kekurangan energi tidak mampu menahan suhu dingin gunung dan rentan terhadap hipotermia. Jadi isi perutmu. Selain membawa peralatan masak dan bahan makanan, setiap pendaki juga wajib membawa makanan ringan. Jika memungkinkan, bawalah camilan berkalori tinggi seperti permen seperti roti.

6. Akhir pendakian saat suhu tubuh lebih rendah dari biasanya

Tahukah Anda bahwa hipotermia tidak hanya disebabkan oleh suhu dan ketinggian pendakian di lingkungan sekitar, tetapi juga oleh suhu tubuh pendaki? Hipotermia mudah menyerang seseorang yang suhu tubuhnya lebih rendah dari biasanya, 35-37,5 derajat Celcius.

Di bawah ini, respons tubuh terhadap termoregulasi tidak berfungsi secara optimal. Tubuh kehilangan panas. Jika Anda merasakan penurunan tajam suhu tubuh saat mendaki, kami sarankan Anda mengakhiri pendakian demi keselamatan pribadi.

7. Pelajari tentang gejala, penyebab, dan pengobatan hipotermia.

Untuk mencegah hipotermia di tengah gunung, Anda harus bersiap-siap. Namun, persiapan berupa menyiapkan perlengkapan mendaki gunung saja tidak cukup. Karena itu Anda perlu mempelajari tentang hipotermia serta gejala, penyebab, dan cara mengatasinya saat pasangan mendaki Anda mengalaminya.

Padahal, gejala hipotermia sendiri langsung terlihat karena hipotermia tidak datang tiba-tiba dan langsung berakibat fatal. Beberapa gejala yang muncul adalah halusinasi, biasanya disertai menggigil terus-menerus, muntah, bicara cadel, detak jantung melemah, kulit membiru, dan tekanan darah menurun. Jika Anda menemukan sobat pendakian mengalami gejala tersebut, segeralah bertindak.

Tindakan yang dapat Anda lakukan antara lain menempatkan penderita hipotermia di tenda untuk menghindari hembusan angin pegunungan. Kemudian ganti pakaian basah dengan yang kering. Untuk pendaki wanita, pastikan ada pendaki wanita lain di luar sana yang akan melakukan hal yang sama untuk Anda. Selanjutnya, beri saya minuman panas.

Kenakan jaket, topi, kaus kaki, dan sarung tangan untuk menghangatkan diri. Jika dia masih menggigil, peluk dia erat-erat agar tubuhnya tetap hangat. Jika memungkinkan, buat api unggun di luar tenda untuk memungkinkan konduksi panas mencapai orang yang mengalami hipotermia.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hipotermia pada asam. Jangan anggap enteng hipotermia, karena ancaman bahaya bisa berupa kematian. Jangan memaksakan kehendak Anda. Jika Anda merasa tidak enak badan selama perjalanan, sebaiknya segera berhenti mendaki dan mencari bantuan. Jadi, sudah siap mendaki gunung?

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.